Patofisiologi terjadinya obesitas pdf

Trigliserid IDL akan dihidrolisir sehingga akan terbentuk patofisiologi terjadinya obesitas pdf yang intinya hampir seluruhnya kolesterol dan permukaan hanya terdapat apo B dan dinamakan LDL. Oleh karena itu, obesitas bukan saja disebabkan oleh genetik, akan tetapi dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan, terutama kebiasaan makan yang buruk konsumsi makanan tidak seimbang atau mengemil berlebihan.

patofisiologi obesitas

Sebagai contoh, obesitas dapat berhubungan dengan resistensi insulin, yang penting dalam diabetes melitus tipe 2. IMT dihitung dengan menggunakan rumus berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat tinggi badan dalam meter.

Human adenovirus Ad menyebabkan peningkatan diferensiasi dan akumulasi lipid pada manusia.

LTM- Etiologi Dan Patofisiologi Obesitas

Kolesterol terkandung dalam semua bahan pangan hewani, terutama pada cumu-cumi, udang lobster, kuning telur, otak, hati dan ginjal. Pada sebagian besar penderita obesitas terjadi resistensi leptin, sehingga tingginyakadar leptin tidak menyebabkan penurunan nafsu makan Related Papers.

Batu empedu Obesitas disertai dengan meningkatnya produksi kolesterol didalam empedu, disertai supersaturasi cairan empedu dan tingginya insiden batu empedu, terutama batu empedu yang mengandung kolesterol.

Pemberian ghrelin jangka panjang meningkatkan asupan makan disamping menurunkan pengeluaran energi, dengan akibat meningkatkan berat badan dan risiko terjadinya obesitas.

Peptida YY sendiri bekerja sebagai sinyal untuk menginisiasi rasa haus.

Obesitas (Kegemukan)

Tigliserida dan kolesterol patofisiologi terjadinya obesitas pdf usus halus akan diserap ke dalam mukosa usus halus. Penentuan Obesitas 1. Efek leptin sendiri adalah untuk mengurangi asupan energi makanan dan meningkatkan keluaran energi.

Sistem regulasi keseimbangan energi yang efektif memerlukan beberapa mekanisme, antara lain: Obesitas ditandai dengan peningkatan jaringan adiposa subkutan. Pada manusia, sel-sel lemak mengekspresi produk gen yang sama dengan gen UCP-2 pada tikus.

Pada tahunWHO mengajukan klasifikasi BB berlebih dan obesitas pada orang dewasa untuk populasi orang Barat, sebagai berikut: Dalam the Nurses Health Study, risiko infark miokard fatal dan non fatal lebih besar pada wanita yang mempunyai IMT yang terendah tapi dengan rasio lingkar perut-paha yang paling tinggi dibandingkan dengan wanita dengan IMT tertinggi namun dengan rasio lingkar perut-paha terendah.

Percobaan genetik pada hewan dapat membantu kita dalam memahami proses regulasi metabolisme lemak. Risiko diabetes juga meningkat dengan meningkatnya berat badan selama masa remaja. Diantara laki-laki dan wanita umur 35 sampai 60 tahun, risiko diabetes 3 kali lebih besar pada kelompok yang mengalami penambahan berat badan seberat 5 sampai 10 kg sejak mereka berusia 18 sampai 20 tahun, dibandingkan dengan mereka yang hanya mengalami penambahan berat badan tidak lebih dari 2 kg.

Cholecystokinin didalam sirkulasi tidak dapat menembus sawar otak, namun peptida yang sama disintesis didalam otak, bekerja pada reseptor CCK-B dan berfungsi sebagai faktor rasa kenyang satiety factor.

Di Provinsi Punjab India, prevalensi BB berlebih dan obesitas lebih tinggi pada wanita perkotaan dibandingkan wanita pedesaan. Di Amerika Serikat, sekitar sepertiga penduduk usia 20 sampai 74 tahun tergolong dalam kelompok obes. Sebaliknya kekurangan makan akan meningkatkan produksi NPY oleh hipothalamus.

Disamping itu banyak studi yang membuktikan bahwa kadar kolesterol total dan kolesterol LDL mengalami peningkatan pada obesitas.

Peranan vitamin B3 niasin terhadap kadar lipid darah. Ghrelin mengatur aksis hormon hipofisis, metabolisme karbohidrat dan berbagai fungsi yang berbeda dari ginjal, jantung, jaringan adiposa, pankreas dan gonad. Neuron orde pertama ini akan berkomunikasi dengan neuron orde kedua.

Sistem eferen yang membawa sinyal dari hipotalamus tersebut untuk dilaksanakan Mekanisme leptin sendiri belum diketahui dengan jelas.

Mekanisme ini dirangsang oleh respon metabolic yang berpusat pada hipotalamus. Screen Shot at 3. Jalur neurohumoral di hipotalamus hipotalamus yang mengatur kesetimbangan energi.

PATOFISIOLOGI OBESITAS

Abnormalitas lipid ini terutama jelas terlihat pada individu dengan obesitas abdominal. Gen yang diduga berhubungan dengan kejadian obesitas adalah gen yang mengatur komponen molekular dari sistem fisiologis yang mengatur keseimbangan energi tersebut.

Sinyal panjang diperankan oleh fat-derived hormon leptin dan insulin yang mengatur penyimpanan dan keseimbangan energi. Peranan faktor genetik dalam patofisiologi obesitas Faktor genetik sangat berperan dalam peningkatan berat badan. Karena kebanyakan pasien obes memiliki kadar leptin dan gen OB-R yang normal, jadi obesitas nampaknya mempunyai penyebab multipel termasuk faktor2 lingkungan dan adanya hubungan alel dari berbagai gen yang berperan dalam pengaturan metabolisme energi.

Pada sebagian besar penderita obesitas terjadi resistensi leptin, sehingga tingginya kadar leptin tidak menyebabkan menyebabkan penurunan nafsu makan.Patofisiologi Obesitas Dengan Dislipidemia Sebagian besar pasien hiperkolesterolemia sebelumnya mempunya iriwayat familial (riwayat penyakit kolesterol di keluarga), namun penyebabnya masih belum diketahui, Namun biasanya faktor risiko dislipidemia yang paling utama adalah disebabkan kelebihan berat badan dan pola makan.

Patofisiologi dan Diagnosis Obesitas Alwi Shahab Bagian Penyakit Dalam FK Unsri/RSMH Palembang I. Pendahuluan Obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran kalori sehingga menyebabkan kelebihan akumulasi lemak didalam tubuh.

hipertensi, hiperkolesterolemia, obesitas, merokok, dan kepribadian merupakan faktor-faktor penting yang harus diketahui. Kerusakan ini menyebabkan sel endotel menghasilkan cell adhesion. obesitas dalam patofisiologi DMDeskripsi lengkap. Obesitas Dan Risiko Preeklampsia. preeklampsia dan obesitas.

patofisiologi obesitas Nurul Widdad Pada bayi (infant),penumpukan lemak terjadi akibat pemberian makanan pendamping ASI yang terlalu dini,terutama apabila makanan tersebut memiliki kandungan karbohidrat, lemak, dan protein yangtinggi. Obesitas meningkatkan risiko bagi berbagai penyakit, diantaranya diabetes, hipertensi, hipertrigliserida, dan berhubungan dengan kolesterol HDL-rendah.

Mekanisme yang mendasari kesemua hal tersebut saling terkait. Sebagai contoh, obesitas dapat berhubungan dengan resistensi insulin, yang penting dalam diabetes melitus tipe 2. Insulin yang berlebihan dalam darah memungkinkan pula terjadinya.

Patofisiologi terjadinya obesitas pdf
Rated 5/5 based on 100 review